Why Traveling? Why Not?!


Orang tua
saya termasuk orang yang padat aktivitasnya. Sedari kecil saya sudah tak asing ditinggal pergi beliau. Sampai akhirnya tiba juga saat saya pergi bersama adik atau kerabat, tanpa ditemani dirinya. Teman-teman menjuluki saya sebagai tukang jalan, tapi bagi saya "kenekatan" ini baru saja dimulai, saya masih pemula dan tak berani melabeli diri dengan istilah apapun

Kenapa harus traveling? Bukankah tinggal duduk manis di rumah dengan segala gadget dan kecanggihan dunia kamu sudah bisa "melihat" isi bola biru ini? Tak ada yang salah dengan pendapat itu, semua sah-sah saja. Tapi buat saya, kalau diberi kesempatan untuk melihat with your own eyes kenapa harus dibantu dengan si layar kaca? Kreasi Allah tentunya jauh lebih sempurna dibanding ciptaan manusia.

Berjalan merupakan penghargaan saya kepada Allah SWT, saya ingin menikmati dengan mata kepala sendiri sebanyak mungkin karya agungnya.. Hmmm alasan yang terdengar bijak bukan :) hingga beberapa bulan lalu mama saya bersama salah seorang temannya sedang berbincang, lalu berkatalah sang teman "Selama masih diberi kaki yang sehat ya kita jalan aja terus". Kalimat tersebut terdengar begitu sederhana namun buat saya begitu masuk akal dan keluar dari pembicaraan kedua perempuan berusia diatas 60 tahun yang masih semangat mengukur dunia. Saat itu saya menjadi lebih termotivasi untuk terus berjalan, jadi "Mari Kita Jalan!"




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Nasi Puyung

My Craving for Banana