Clear The Plates

Makan buat saya adalah salah satu kenikmatan hidup yang sayang untuk di sia-siakan. Tak habis pikir dengan orang yang bisa makan dengan porsi mini atau malah yang kerap lupa makan karena alasan "duh, saya belum lapar" atau karena kesibukan kerja. Saya sih gak bisa deh begini, yang ada mata jelalatan dan tangan gatel pengen nyomot tiap ada makanan nganggur hehe.. Walau begitu saya merasa bahwa kegiatan makan itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab, kalau sudah diambil ya harus dihabiskan. Makanya saya termasuk yang paling cerewet kalo ada teman saya yang makan gak habis. Karena lapar mata sering kali kita gak bisa ngukur kemampuan perut sendiri. Sayang lho lihat makanan yang bersisa kayak gitu. 



Nah... Hari ini kebeneran banget saya lihat sebuah artikel yang membahas tentang kampanye "Clear The Plates". Kampanye ini dilakukan di Cina, negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Orang Cina sangat menjunjung hospitality, bagi mereka the more, the better, to the point of excess. Hal inilah yang melatar belakangi lahirnya gerakan Clear The Plates, dimana diharapkan masyarakat Cina sadar diri dalam memesan makanan dan hanya mengkonsumsi sesuai kebutuhan sehingga tidak banyak makanan yang terbuang.

Pemimpin baru Cina Xi Jinping juga telah lebih dulu memerintahkan agar para pejabat mengurangi gaya hidup mewah. Hal ini tentu saja membuat restoran yang menyajikan menu-menu mahal seperti sirip ikan hiu mengalami penurunan pembeli. Wah, kapan ya di Indonesia bisa ada kampanye seperti ini. Agar rakyat tak bersikap hedonis dengan banyak menyia-nyiakan "kemewahan". *at the office day dreaming*

for further info visit http://english.cntv.cn/program/newshour/20130206/104441.shtml

Image by Brian Hess

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balada Nasi Puyung

My Craving for Banana